Bagi umat muslim, hari raya Idul Adha merupakan hari raya besar kedua setelah Idul Fitri. Jika Idul Fitri dijalankan saat bulan Ramadhan dan berpuasa selama sebulan penuh, Idul Adha dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah dan tidak diharuskan berpuasa. Namun, Idul Adha ditandai dengan penyembelihan hewan kurban, di mana hukum qurban adalah sunnah muakkad yang berarti sunnah yang dianjurkan.

Berkurban pada saat Idul Adha memang dianjurkan bagi orang yang beragama Islam, baligh, berakal sehat, merdeka (bukan budak), dan mampu secara finansial. Anjuran melaksanakan ibadah kurban bagi orang-orang yang mampu ini terdapat dalam QS. Al Kautsar ayat 2, yang artinya “Maka shalatlah karena Tuhanmu dan berqurbanlah”. Meski begitu, terdapat ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan ibadah kurban, seperti hewan yang boleh dikurbankan hanyalah sapi atau kerbau, kambing, domba, dan unta, selain kelima hewan ini, hukum qurban tidak sah. Selain itu, waktu penyembelihan hewan kurban untuk Idul Adha hanya boleh pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Ketentuan lainnya yang sangat meringankan adalah kurban kambing cukup dilakukan 1 (satu orang), sedangkan sapi dan unta dapat berkurban secara kolektif atau iuran maksimal sebanyak 7 orang.

Nah, sebagaimana ketentuan di atas, terdapat dua cara berkurban, yaitu kurban mandiri dan kolektif. Orang yang melaksanakan kurban mandiri biasanya yang sudah siap secara finansial dan tidak ada masalah. Sedangkan, orang yang berkurban secara kolektif atau dilakukan bersama dengan biaya bersama hanya bisa dilakukan jika hewan kurban berupa Unta, sapi, dan/atau kerbau. Adapun ketentuan jumlah orang yang melaksanakan iurannya, yaitu batas maksimal iuran kurban sapi atau kerbau sebanyak 7 orang, sementara untuk unta sebanyak 10 orang. Hal ini dilakukan guna meringankan saudara sesama muslim yang ingin turut berkurban pada saat Idul Adha. Hukum qurban kolektif ini adalah boleh. Boleh juga meniatkan ibadah kurban untuk orang lain dengan sepengetahuan orang yang bersangkutan dan boleh juga berkurban untuk orang yang sudah meninggal.

Dari penjelasan tersebut, terdapat beberapa benang merah yang bisa ditarik, yaitu seseorang yang melakukan ibadah kurban dengan seekor kambing boleh mengatasnamakan kurban atas dirinya, keluarganya, maupun keluarga atau saudara yang telah meninggal, kurban sapi dan/atau kerbau boleh dipikul sebanyak 7 orang, sementara kurban unta boleh dipikul sebanyak 10 orang, yang dimaksud dengan “dipikul” adalah menyangkut masalah pembiayaan atau yang menanggung secara finansial, hewan tidak boleh merupakan barang curian atau merampok.

Setelah mengetahui hukum qurban yang sunnah muakad, baiknya Anda menyegerakan untuk berkurban. Anda yang telah berpenghasilan tidak ada alasan untuk tidak berkurban, Anda bisa menabung kurban di Global Qurban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *