Nigeria adalah salah satu negara terbesar di Afrika dengan jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang bergerak positif setiap tahunnya. Pada tahun 2015, Nigeria bahkan mengalahkan Afrika Selatan dalam hal perkembangan ekonomi dan menempati urutan 20 negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat kemakmuran di Nigeria merata. Masih terjadi krisis kelaparan di Nigeria terutama di kawasan timur laut Nigeria. Tempat dimana terjadi konflik horizontal antara pemerintah dengan kelompok yang agresif Boko Haram. Perebutan wilayah ini menyebabkan penderitaan bagi warga yang menghuni kawasan tersebut. Memaksa mereka harus mengungsi dan meninggalkan lahan pertanian mereka. Bantuan sangat dibutuhkan karena krisis kelaparan ini disebabkan oleh konflik berkepanjangan yang belum menemukan titik terang. Konflik yang pecah pada tahun 2009 ini merusak rumah warga dan area pertanian mereka. Warna yang tinggal di kawasan terdampak konflik harus mengungsi demi keselamatan mereka sementara meninggalkan lahan pertanian dan berbagai hal lainnya. Krisi pangan tersebut memuncak pada tahun 2016 dimana bantuan kemanusiaan untuk menangani masalah tersebut sangat perlu disalurkan segera.

Tidak hanya krisis pangan yang diderita oleh para pengungsi tersebut. Berbagai masalah kesehatan juga melanda. Berbagai penyakit seperti penyakit kulit dan diare yang disebabkan oleh bakteri menjadi salah satu hal yang juga perlu mendapat perhatian. Selain itu, serangan malaria juga tidak dapat dibendung lagi. Penanganan segera sangat dibutuhkan untuk menangani masalah tersebut. PBB bahkan menyatakan bahwa krisis kelaparan di Nigeria sebagai krisis kelaparan genting yang harus segera diatasi. Ada banyak area pengungsian yang menyebar di beberapa wilayah di kawasan negara bagian Borno yang perlu dijangkau oleh tim penyalur bantuan. Karena tidak memiliki lahan lagi untuk melakukan kegiatan pertanian, bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa negara di dunia termasuk Indonesia bersedia menjadi pendonor dan membantu menangani krisis pangan di Nigeria dan 3 negara lainnya. Ada sekitar 400 ribu anak-anak yang membutuhkan pertolongan segera karena mereka terancam mengalami kekurangan gizi akut yang 70 ribu diantaranya dapat terancam kematian karena kelaparan dalam jangka waktu beberapa bulan lagi jika bantuan tidak segera diberikan. Sebagai jawaban dari krisis yang melanda Nigeria dan 3 negara lainnya ini, Indonesia sebagai salah satu negara pendonor bersedia membantu dan menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk menangani hal tersebut.

Krisis kelaparan di Nigeria tidak dapat ditangani dengan instant. Butuh bantuan dari berbagai pihak untuk mencari solusi dan memecahkan masalah tersebut. Salah satu hal yang dapat dilakukan sekarang adalah dengan membantu dengan segera sesuai kebutuhan utama yang diperlukan untuk mengatasi hal tersebut seperti mengirimkan tim kesehatan dan penyalur bahan pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *